Microteaching adalah salah satu mata kuliah wajib kependidikan yang krusial menjadi landasan dari keterampilan mengajar di setiap fakultas keguruan dan ilmu pendidikan, baik yang berada di perguruan tinggi umum, negeri maupun swasta, dan perguruan tinggi agama yang memiliki fakultas ilmu pendidikan. Mata kuliah ini menjadi sangat penting karena bertujuan mempersiapkan dan melatih mahasiswa untuk terampil dalam menerapkan barbagai teori pembelajaran dalam skala kecil dalam bentuk simulasi pembelajaran.

Microteaching merupakan sebuah bentuk pelatihan yang dilakukan untuk membantu para mahasiswa calan guru (pre-service teacher) dalam penguasaan keterampilan mengajar mereka. Adapun penciri kegiatan tersebut yakni menggunakan keterampilan spesifik dan mengajar dengan jumlah siswa yang kecil (small group).

Secara makna micro teaching jika didefinisikan secara terminologis dapat memiliki redaksi yang berbeda namun maknanya akan tetap sama. Sementara itu secara etimologis, micro teaching diartikan sebagai micro yaitu kecil atau terbatas dan teaching yaitu pembelajaran. Pembelajaran mikro merupakan seperangkat teknik pelatihan bagi calon guru, dengan melibatkan rekan sejawatnya sebagai siswa maupun juga pengamat secara bergantian dan direkam untuk kemudian diulas dan mendapatkan umpan balik secara langsung.

Pembelajaran mikro sendiri awalnya mulai dirintis di Standford University, Amerika Serikat sekitar tahun 1963. Program yang diperkenalkan ini awalnya dimaksudkan untuk meningkatkan kompetensi guru, khususnya dalam kompetensi mengajar. Caranya adalah dengan memecah sejumlah keterampilan dasar mengajar agar lebih mudah dipelajari.

Joyce (2004) mengatakan bahwa kehadiran pembelajaran mikro adalah untuk merespon terhadap kekurangan dan rasa frustasi terhadap program pendidikan guru yang dikembangkan sebelumnya. Tujuannya adalah untuk mempersiapkan calon guru memiliki kemampuan dan keterampilan selain teori yang telah dipelajari, dan secara berkala memperbaharui informasi juga meningkatkan kemampuannya. Karena pembelajaran mikro ini tidak hanya untuk calon guru tapi juga dapat digunakan oleh mereka yang telah menjadi guru atau pendidik. Selain menjadi teknik yang efektif untuk pengembangan professional guru, pengajaran mikro dapat dijadikan sebagai alat untuk refleksi, membantu guru meneliti pengajaran mereka sendiri untuk kemudian menemukan kekuatan dan kelemahan mereka.


Buku panduan pembelajaran mikro (microteaching) dapat diunduh melalui link ini.

Buku pedoman praktik pembelajaran mikro (microteaching) dapat diunduh melalui link ini.


Contoh praktik pembelajaran mikro (microteaching)